Pemkot Kotamobagu Dorong Ketertiban Beriringan dengan Empati

Telusur.news, KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu merespons berbagai diskusi dan komentar masyarakat di media sosial terkait video penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kawasan Pasar 23 Maret. Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus upaya meluruskan persepsi publik.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang nenek mengejar kendaraan petugas saat penertiban berlangsung. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penataan aktivitas di ruang publik serta penegakan Peraturan Daerah demi menjaga ketertiban umum dan fungsi kawasan pasar.

Namun demikian, Pemkot Kotamobagu menyadari bahwa peristiwa tersebut menyentuh nurani masyarakat dan memunculkan empati luas. Beragam tanggapan yang muncul dinilai lahir dari kepedulian sosial dan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya Subagio Mokoginta, S.STP., M.E., menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas dan aturan yang dijalankan, ada nilai kemanusiaan yang harus selalu dijaga. Semoga kejadian ini membawa hikmah, memperkuat empati, dan mendorong perbaikan dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sahaya.

Ia menegaskan, Pemkot Kotamobagu tidak pernah berniat mengesampingkan sisi kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas aparatur di lapangan. Apabila dalam proses penertiban terdapat kekhilafan prosedur atau pendekatan yang kurang tepat, hal tersebut menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi internal.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan ke depan penegakan aturan semakin mengedepankan kehati-hatian, komunikasi yang baik, serta kepekaan sosial, khususnya terhadap kelompok rentan.

Pemkot Kotamobagu juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, serta penyempurnaan mekanisme pelaksanaan di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan penegakan aturan yang selaras dengan nilai keadilan, kearifan lokal, dan kemanusiaan.

Di akhir pernyataannya, Pemkot Kotamobagu menyatakan terbuka terhadap kritik, masukan, dan saran dari masyarakat sepanjang disampaikan secara konstruktif. Kritik publik dipandang sebagai bagian penting dari proses pembenahan tata kelola pemerintahan.

Pemkot juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban kota. Ketertiban bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama demi terciptanya Kota Kotamobagu yang aman, nyaman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.(**)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.