Telusur.news, KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Kotamobagu Tahun 2027, yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu, Senin (20/3/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
“Musrenbang bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan sebuah forum strategis yang mempertemukan berbagai gagasan, aspirasi, dan komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan daerah. Melalui forum inilah kita memastikan bahwa setiap kebijakan yang direncanakan disusun secara partisipatif, berbasis data, terukur, serta benar-benar mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat secara nyata,” ujar Wali Kota.
Ia juga menyampaikan bahwa capaian pembangunan Kota Kotamobagu dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif berkat kolaborasi seluruh elemen pembangunan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama, buah dari kolaborasi dan sinergi seluruh elemen pembangunan di daerah. Namun demikian, kita juga harus menyadari bahwa tantangan pembangunan ke depan tidaklah ringan,” tambahnya.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti pengentasan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan perlindungan bagi kelompok rentan, serta percepatan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan.
Untuk itu, penyusunan RKPD Tahun 2027 diarahkan pada tema:
“Penguatan Identitas Budaya dan Ketahanan Sosial untuk Pembangunan yang Inklusif.”
Tema tersebut, lanjut Wali Kota, menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan jati diri daerah serta ketahanan sosial masyarakat.
Wali Kota pun mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam memberikan gagasan dan solusi.
“Mari kita hadirkan gagasan yang berkualitas, usulan yang realistis, serta solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan sektoral, dan pastikan bahwa setiap program yang dirumuskan memiliki dampak nyata,” ajaknya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, Dandim 1303 Bolaang Mongondow, Manashe Lomo, Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta berbagai unsur masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.*
(YN)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.