Telusur.news, KOTAMOBAGU – Tim peneliti dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Manado menggelar uji coba kelompok besar dalam rangka pengembangan kurikulum dan E-Modul pelatihan bagi seluruh kader posyandu se-Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kopandakan I ini dibuka oleh Kepala Puskesmas Motoboi Kecil, Deysi Rumengan, dan berlangsung selama dua hari, mulai 6 hingga 8 April 2026. Para kader posyandu tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan kapasitas mereka sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Uji coba ini merupakan bagian dari program Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) yang difokuskan pada pengendalian penyakit Diabetes Melitus melalui konsep Rumah Sehat Diabetes Melitus (RUMSDIAM).
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti menerapkan pendekatan berbasis transformasi kesehatan yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat. Para kader dibekali materi serta modul digital (E-Modul) guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam deteksi dini serta pengendalian diabetes melitus.
Dalam sambutannya, Deysi Rumengan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai, pelatihan berbasis kurikulum dan E-Modul merupakan langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
“Peran kader posyandu sangat penting dalam mendukung program kesehatan, terutama dalam peningkatan kesejahteraan melalui edukasi gaya hidup sehat serta tindakan pencegahan sebelum penyakit terjadi. Kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Drs. Meildy E. Pascoal, M.Kes, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas kader posyandu menjadi kunci dalam menekan angka kasus diabetes melitus, khususnya di Kota Kotamobagu.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat melalui Rumah Sehat Diabetes Melitus agar penderita diabetes memiliki kualitas hidup yang setara dengan masyarakat non-penderita,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini dirancang berjalan selama tiga tahun dan diharapkan mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah daerah.
“Program ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun, dan kami berharap ada dukungan kebijakan dari pemerintah daerah agar setiap desa dan kelurahan di Kota Kotamobagu memiliki program Rumah Sehat Diabetes Melitus (RUMSDIAM),” tambahnya.
Selain sebagai sarana pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap efektivitas materi sebelum diterapkan secara lebih luas.
Melalui program ini, diharapkan peran kader posyandu semakin optimal dalam mendukung pengendalian penyakit tidak menular, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat Kotamobagu yang lebih sehat dan mandiri.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.