Telusur.news, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) resmi mencanangkan Pemilihan Sangadi (Pilsang) Serentak Tahun 2026 di 16 desa yang tersebar pada lima kecamatan.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Futsal Kompleks Perkantoran Panango, Rabu (30/9/2026), dan dibuka langsung oleh Bupati Bolsel, DR. (Cand.) Hi. Iskandar Kamaru.
Mengusung tema “Satu Komitmen untuk Demokrasi Desa yang Berintegritas,” pencanangan ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan pemilihan Sangadi yang jujur, adil, transparan, dan partisipatif.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bolsel selaku panitia menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilsang berpedoman pada peraturan perundang-undangan, termasuk Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Sangadi.
Ia menegaskan, Pilsang bukan sekadar memilih pemimpin desa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat demokrasi dan tata kelola pemerintahan desa.
Adapun 16 desa yang akan melaksanakan Pilsang Serentak 2026, yakni:
• Desa Molibagu, Popodu, Soguo, dan Dudepo di Kecamatan Bolaang Uki.
• Desa Biniha, Biniha Timur, Duminanga, Soputa, dan Pangia di Kecamatan Helumo.
• Desa Meyambanga dan Lion di Kecamatan Posigadan.
• Desa Linawan dan Lungkap di Kecamatan Pinolosian.
• Serta Desa Adow, Adow Selatan, dan Mataindo di Kecamatan Pinolosian Tengah.
Dalam arahannya, Bupati Iskandar Kamaru meminta seluruh panitia mempersiapkan tahapan pemilihan secara matang, memahami aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Bupati menyampaikan bahwa pemungutan suara dijadwalkan pada 8 Desember 2026, dengan masa kampanye selama tiga hari sesuai tahapan yang ditetapkan.
Panitia juga dapat mempertimbangkan dialog atau pertemuan ant calon untuk menyampaikan visi, misi, dan program kepada masyarakat, sepanjang sesuai ketentuan yang berlaku.
“Siapa pun yang mencalonkan diri dan siapa pun yang nantinya terpilih, semuanya merupakan hasil dari pilihan masyarakat. Karena itu, mari kita hormati seluruh proses dan menjaga persatuan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak bertindak sendiri apabila menemukan dugaan pelanggaran. Setiap persoalan harus dilaporkan kepada panitia untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai aturan.
Selain itu, Bupati mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial, terutama akun-akun palsu yang berpotensi memicu perselisihan ant calon Sangadi.
“Jangan mudah terprovokasi dengan akun-akun palsu di media sosial yang saling menjatuhkan para calon Sangadi. Hal-hal seperti ini hanya dapat memperkeruh suasana. Jika ada informasi atau temuan, sampaikan kepada panitia untuk diverifikasi,” tegasnya.
Bupati turut meminta para Penjabat Sangadi mengawasi jalannya tahapan pemilihan di wilayah masing-masing serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Di hadapan peserta, Bupati juga memaparkan sejumlah program pembangunan daerah, di antaranya pengembangan sekolah terintegrasi, peningkatan infrastruktur jalan pada tahun mendatang, serta program Kampung Nelayan yang direncanakan menyasar enam desa tahun ini.
Sementara itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut memberikan arahan terkait aturan setiap tahapan Pilsang, mulai dari pendaftaran calon hingga penghitungan suara, termasuk kesiapan pengamanan.
Melalui pencanangan ini, Pemkab Bolsel berharap seluruh tahapan Pilsang Serentak 2026 berjalan tertib, demokratis, dan berintegritas, dengan tetap mengedepankan persatuan masyarakat desa.
Turut hadir Wakil Ketua DPRD Bolsel, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, pimpinan OPD, camat, Penjabat Sangadi, serta anggota BPD.
(S.S)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.