Telusur.news, KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota Kotamobagu bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang menimpa warga di Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar korban segera terpenuhi setelah kehilangan tempat tinggal dan sejumlah barang akibat kebakaran.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan logistik bagi warga terdampak. Pemkot juga memastikan penanganan tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi dilanjutkan dengan pendataan serta langkah pemulihan pascakebakaran.
Weny Gaib menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah warga yang sedang tertimpa musibah merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.
“Pemerintah kota melayani seluruh warga tanpa terkecuali. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk intervensi cepat kami untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Kami memastikan negara hadir mendampingi masyarakat melewati masa-masa sulit ini,” ujar Weny Gaib.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Wali Kota didampingi Asisten I Sahaya Mokoginta, Asisten II Noval Manoppo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Erwin Pasambuna, Kepala BPBD Asriyanti, Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela, Lurah Genggulang Hamijoyo Manoppo, Lurah Upai Toto Mokodongan, serta tim penanganan bencana.
Kehadiran jajaran lintas sektor tersebut menjadi bagian dari koordinasi penanganan korban, termasuk memastikan kebutuhan mendesak warga dapat segera ditindaklanjuti.
Tak hanya fokus pada bantuan darurat, Pemkot Kotamobagu kini mulai memetakan kebutuhan korban untuk tahap pemulihan. Evaluasi terhadap kebutuhan material dan kondisi tempat tinggal warga terdampak dilakukan sebagai dasar menentukan langkah bantuan berikutnya.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi kebakaran. Pemeriksaan instalasi listrik, kompor, dan peralatan rumah tangga sebelum meninggalkan rumah dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan mudah terbakar.
“Pelayanan publik yang komprehensif mencakup penanganan bencana sekaligus upaya pencegahan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Genggulang dan Kotamobagu pada umumnya untuk memperkuat gotong royong dan kewaspadaan lingkungan,” kata Weny.
Menurutnya, kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi salah satu kunci untuk menekan risiko kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila bencana kembali terjadi.
Pemkot Kotamobagu memastikan penanganan korban kebakaran Genggulang akan terus dikawal, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi hingga proses pemulihan warga terdampak.**
(YN)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.