Telusur.news, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus mendorong percepatan realisasi anggaran Tahun 2026, terutama pada pelaksanaan pekerjaan fisik yang telah dianggarkan melalui APBD Perubahan. Hingga saat ini, realisasi anggaran daerah tercatat mencapai sekitar 60 persen.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bolsel, M. Arvan Ohy, S.STP., saat mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) kabupaten/kota se-Sulawesi Utara di Hotel Grand Puri Manado, Rabu (21/10/2026).
Dalam forum tersebut, Arvan menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan percepatan pelaksanaan program dan kegiatan agar dapat diselesaikan sesuai target waktu, khususnya pekerjaan fisik yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Realisasi anggaran saat ini berada di kisaran 60 persen. Kami terus mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan, khususnya pekerjaan fisik yang telah dianggarkan dalam APBD Perubahan. Sebagian besar pekerjaan tersebut telah menyelesaikan proses lelang sehingga kami optimistis pelaksanaannya dapat dituntaskan sesuai jadwal,” ujar Panglima ASN Bolsel tersebut.
Ia menegaskan, percepatan realisasi anggaran harus tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, kualitas hasil pekerjaan, serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar anggaran yang telah dialokasikan tidak hanya terserap sesuai target, tetapi juga mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bolsel.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, dalam arahannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi EPRA tidak sekadar menjadi forum pelaporan perkembangan realisasi anggaran, tetapi juga wadah bagi pemerintah kabupaten/kota untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta merumuskan strategi dalam mengoptimalkan penyerapan anggaran.
“Saya berharap rapat ini menjadi tempat berbagi praktik baik dan bertukar pikiran sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi di daerah dapat diatasi bersama,” ungkapnya.
Tahlis juga mengingatkan seluruh pengelola keuangan daerah agar memaksimalkan pelaksanaan pembangunan fisik, mengingat waktu yang tersisa hingga akhir tahun anggaran semakin terbatas.
Ia menekankan pentingnya langkah percepatan yang terukur dan efektif agar program pembangunan yang telah direncanakan dapat terlaksana secara optimal, sekaligus memastikan penyerapan anggaran berjalan sesuai target.
Melalui evaluasi dan koordinasi tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan program, memperkuat pengawasan, serta memastikan penggunaan anggaran Tahun 2026 berjalan efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
(S.S)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.