Telusur.news, BOLSEL – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Deddy Abdul Hamid, menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Gerakan Pramuka Sulawesi Utara yang digelar di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jumat (10/04/2026).
Forum strategis ini mempertemukan jajaran pengurus dan tokoh Pramuka se-Sulawesi Utara untuk merumuskan arah kebijakan organisasi masa bakti 2026–2031. Mengusung tema “Mewujudkan Kepemimpinan Berkelanjutan Menuju Pramuka Sulawesi Utara yang Mandiri dan Berprestasi,” Musda XI diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan peran Pramuka dalam pembangunan karakter generasi muda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kwartir Nasional (Kwarnas) Bachtiar Utomo, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Sulut Vanda Sarundajang, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta seluruh Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Ketua Kwarda Sulut, Vanda Sarundajang, menegaskan bahwa Musda XI merupakan momentum krusial dalam menjawab tantangan pembinaan generasi muda di 15 Kwarcab se-Sulawesi Utara. Ia mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika global.
“Kita hadir untuk menjawab tanggung jawab besar. Musda ini harus menjadi panggung ide, bukan panggung ego. Perbedaan pendapat jangan sampai memecah persaudaraan,” tegasnya.
Ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis ke depan, antara lain memastikan eksistensi Pramuka di lingkungan sekolah tetap aktif, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendorong modernisasi data anggota guna meningkatkan akuntabilitas organisasi.
Senada dengan itu, Sekjen Kwarnas, Bachtiar Utomo, menekankan pentingnya sinergi antara Gerakan Pramuka dan pemerintah daerah dalam membentuk generasi yang berdaya saing tinggi.
“Gerakan Pramuka Sulawesi Utara harus selaras dengan visi pemerintah daerah. Musda menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi secara jujur dan santun demi memperkuat persatuan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran vital pembina dan pelatih sebagai ujung tombak dalam mentransformasikan nilai-nilai kepramukaan kepada peserta didik. Menurutnya, peningkatan kualitas pembina menjadi faktor kunci dalam menjaga eksistensi Pramuka di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda XI. Ia menegaskan bahwa forum ini memiliki nilai strategis, bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga relevansi Gerakan Pramuka.
“Pramuka memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai cinta tanah air bagi generasi muda,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi juga berharap Musda ini mampu melahirkan gagasan inovatif serta keputusan strategis yang menempatkan Pramuka sebagai garda terdepan dalam pembangunan kepemudaan. Selain itu, proses pemilihan kepemimpinan diharapkan berjalan demokratis, mengedepankan musyawarah mufakat, serta tetap menjaga semangat persaudaraan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.
Ia berharap, melalui tema yang diusung, estafet kepemimpinan Pramuka Sulawesi Utara dapat berjalan berkesinambungan serta mampu melahirkan kader-kader unggul yang mandiri dan kompetitif di berbagai bidang.
Musda XI ini diharapkan menghasilkan program kerja yang inovatif, berbasis kompetensi, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga Gerakan Pramuka di Sulawesi Utara tetap menjadi wadah pendidikan karakter yang relevan, kuat, dan berprestasi.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.