Telusur.news, KOTAMOBAGU – Semangat Kartini masa kini terpancar dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta. Dalam ajang internasional Kartini Indo Feest 2026 yang digelar di Belanda, delegasi Kotamobagu sukses mencuri perhatian publik Eropa sekaligus meraih penghargaan prestisius dari panitia penyelenggara.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi aktif dan dedikasi dalam mempromosikan kekayaan budaya Nusantara serta inovasi produk lokal di kancah global.
Sorotan utama dalam pameran ini adalah kain bermotif khas Kotamobagu yang merupakan hasil desain orisinal Ny. Rindah Gaib Mokoginta. Karya tersebut tidak sekadar kain, tetapi merepresentasikan filosofi hidup, kekayaan alam, serta identitas masyarakat Bolaang Mongondow.
Ny. Rindah mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan publik internasional.
“Penghargaan ini adalah kado untuk seluruh masyarakat Kotamobagu, khususnya perempuan dan pelaku UMKM. Melalui motif ini, saya ingin menunjukkan bahwa produk daerah kita mampu bersaing di tingkat global. Kita tidak hanya membawa kain, tetapi juga martabat dan jati diri daerah,” ujarnya.
Selain pameran produk, delegasi Kotamobagu juga menampilkan Tari Kabela yang memukau pengunjung. Gerakan anggun yang dipadukan dengan busana tradisional menjadi simbol penghormatan dan keterbukaan budaya, sekaligus menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih jauh potensi Sulawesi Utara.
Keikutsertaan dalam ajang ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pembangunan daerah berbasis ekonomi kreatif. Peran TP-PKK pun semakin terlihat, tidak hanya sebagai organisasi sosial, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Partisipasi di Belanda menjadi upaya memperluas pasar sekaligus memperkenalkan standar kualitas produk kerajinan Kotamobagu di tingkat internasional. Penghargaan yang diraih diharapkan meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk lokal.
Dengan memadukan seni tari dan desain motif, TP-PKK Kotamobagu juga melakukan upaya rebranding budaya agar tetap relevan bagi generasi muda dan diminati dunia internasional.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Kegiatan ini menjadi pintu pembuka. Ke depan, kami akan terus membina para pengrajin hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar kualitas produk tetap terjaga dan siap memenuhi permintaan pasar dunia,” tambahnya.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat Kotamobagu untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan daerah di kancah internasional.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.