Telusur.news, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu membatasi kegiatan hiburan dan keramaian dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Kebijakan tersebut diambil menyusul tragedi maut pada ajang drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang terjadi pada 9 Agustus 2026 dan menelan korban jiwa serta menyebabkan puluhan warga mengalami luka-luka.
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., menyampaikan kebijakan tersebut usai memimpin Rapat Koordinasi persiapan HUT ke-81 RI bersama jajaran Forkopimda di Kotamobagu, kemarin.
Weny mengatakan, keputusan membatasi kegiatan yang bersifat selebratif merupakan bentuk empati pemerintah terhadap keluarga korban yang masih berada dalam suasana duka.
“Berhubungan dengan agenda keramaian yang biasanya rutin digelar menjelang 17 Agustus, untuk tahun ini secara tegas kita batasi,” tegas Weny Gaib.
Menurutnya, agenda pokok peringatan kemerdekaan tetap dilaksanakan. Namun, kegiatan hiburan yang berpotensi menghadirkan euforia dan kerumunan masyarakat akan dikurangi.
“Langkah ini kami ambil demi menjaga suasana kebatinan dan menghormati perasaan keluarga masyarakat Kota Kotamobagu dan sekitarnya yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Wali Kota juga kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan Pemkot Kotamobagu terus berupaya memastikan bantuan bagi keluarga korban meninggal dunia tersalurkan dengan baik serta penanganan medis terhadap korban luka tetap mendapat perhatian pemerintah.
“Pemerintah Kota Kotamobagu menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita,” kata Weny.
“Saat ini, fokus dan konsentrasi penuh pemerintah daerah adalah memastikan bantuan bagi keluarga korban meninggal dunia terdistribusi dengan baik, serta mengawal penanganan medis bagi warga kita yang masih berjuang untuk pulih di rumah sakit Manado dan Rumah Sakit Monompia,” lanjutnya.
Weny menegaskan, pembatasan tersebut bukan berarti menghentikan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Agenda utama kenegaraan tetap berjalan sesuai ketentuan, namun suasana perayaan akan dikemas lebih sederhana.
“Pada dasarnya agenda pokok kemerdekaan tetap berjalan, namun kegiatan hiburan keramaian kita kurangi agar kita semua bisa tetap menjaga tenggang rasa dan rasa empati,” pungkasnya.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.