Bupati Limi Mokodompit Hadiri Rakornas Kepala Daeran dan Forkopimda Yang Dibuka Presiden RI Jokowi

BOLMONG — Bupati Bolmong Limi Mokodompit menghadiri Rapat Koordinasi (Rakornas) kepala daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Kegiatan yang dipusatkan di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Selasa (17/1) siang, dihadiri semua kepala daerah dan pimpinan legislatif se Indonesia.

Pada kesempatan itu, Bupati Bolmong Limi Mokodompit mengatakan akan memantau langsung harga barang dan jasa dipasaran agar dapat dipastikan data dan fakta di lapangan. Hal ini sesuai dengan arahan presiden RI Joko Widodo di rakornas kemarin kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia. “Insya Allah kami akan pertahankan selalu harmonisasi berkolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemkab Bolmong dan Forkopimda,” kata Bupati.

Diketahui, dalam sambutan Presiden Joko Widodo menegaskan, dalam mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, seluruh otoritas harus bekerja, bahkan diminta untuk masuk hingga ke pasar-pasar. “Perlu langkah antisipasi dan hati-hati terhadap kenaikan harga bahan pangan pokok. “Pemerintah daerah dan pusat harus bekerja detail seperti itu,” ujarnya.

Jokowi menghimbau, kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk bisa cepat mengambil tindakan dalam mengantisipasi naiknya harga kebutuhan bahan pokok untuk masyarakat. Dia mengajak, bersama untuk mendorong sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan proses reformasi birokrasi, mendorong percepatan investasi masuk. “Bupati walikota dan gubernur harus sering-sering masuk pasar, cek betul apa data yang diberikan sesuai fakta di lapangan,” pesan Jokowi.

Kendati demikian, Presiden Jokowi mensyukuri karena inflasi di Indonesia sepanjang 2022 masih terkendali, yakni berada pada kisaran 5,5%. Dia menyebut, angka inflasi di Indonesia tersebut, masih lebih rendah dibandingkan dengan inflasi di negara-negara lainnya. “Sehingga saya minta seluruh gubernur, bupati dan walikota, bersama dengan Bank Indonesia untuk terus memantau harga barang dan jasa yang ada di lapangan, sehingga selalu terdeteksi sedini mungkin sebelum kejadian besar datang,” pungkasnya.

(*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.