Forum Lingkar Tambang Bolsel, Bupati Tegaskan Keadilan Rekrutmen dan Prioritas CSR

Telusur.news, BOLSEL – Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menegaskan komitmennya dalam memastikan keadilan bagi masyarakat lingkar tambang, khususnya dalam hal rekrutmen tenaga kerja dan penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melalui pelaksanaan Forum Lingkar Tambang.

Agenda strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati H. Iskandar Kamaru, dalam pertemuan perdana yang digelar di Ruang Rapat Berkah, Kantor Bupati Bolsel, Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Rabu (15/04/2026).

Forum tersebut menjadi ruang mediasi untuk membahas berbagai dinamika di wilayah lingkar tambang, terutama terkait rekrutmen tenaga kerja dan program pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini para Asisten Sekda, Camat Pinolosian Tengah dan Pinolosian Timur, para Sangadi lingkar tambang, perwakilan masyarakat, serta pihak perusahaan PT J-Resources Bolaang Mongondow (JRBM).

Dalam arahannya, Bupati Iskandar Kamaru menegaskan bahwa forum ini merupakan wadah komunikasi terbuka untuk mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Semua persoalan bisa dibicarakan untuk mendapatkan solusi terbaik. Saya meminta pihak perusahaan agar memprioritaskan tenaga kerja dari wilayah lingkar tambang. Masyarakat juga diharapkan bersabar dan mengikuti sistem antrian agar distribusi tenaga kerja merata,” ujarnya.

Bupati yang didampingi Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan sepihak, seperti blokade jalan atau pemasangan portal, mengingat perusahaan memiliki perlindungan hukum. Ia menekankan pentingnya penyelesaian masalah melalui jalur komunikasi yang baik.

“Sampaikan setiap kendala melalui mekanisme yang ada di perusahaan. Kita harus mengedepankan dialog, bukan aksi yang merugikan semua pihak,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut memberikan apresiasi kepada Desa Motandoi atas sikap kooperatif yang selama ini tidak melakukan aksi portal di wilayah tambang.

Terkait program CSR, Bupati menekankan agar pelaksanaannya difokuskan pada kebutuhan mendasar masyarakat.

“Kami berharap CSR diprioritaskan untuk pembangunan fisik seperti penyediaan air bersih, normalisasi sungai, serta program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pihak PT JRBM memaparkan gambaran operasional perusahaan. Pada tahun 2025, komposisi tenaga kerja didominasi oleh masyarakat lingkar tambang sebesar 51 persen, disusul Bolmong Raya 14 persen, lokal Sulawesi Utara 10 persen, dan nasional 25 persen.

Memasuki tahun 2026, perusahaan tidak hanya melanjutkan produksi, tetapi juga fokus pada kegiatan eksplorasi serta ekspansi pengolahan bersama mitra kontraktor, di antaranya PT Arkato, PT Sumagud, PT AGI, dan PT Aden.

Selain itu, PT JRBM menegaskan komitmennya dalam menyelaraskan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dengan RPJMD Pemerintah Kabupaten Bolsel.

Program prioritas yang diusung antara lain penanganan stunting di wilayah Pinolosian Timur serta dukungan terhadap sektor perikanan.

Perusahaan juga memaparkan implementasi program CSR dan PPM yang difokuskan di 10 desa lingkar tambang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab antara masyarakat dan pihak perusahaan, guna menghimpun masukan konstruktif terkait mekanisme rekrutmen tenaga kerja, usulan program prioritas desa, serta sinkronisasi program CSR dan PPM dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

(S.S)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.