Telusur.news, BOLSEL – Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menjadi salah satu daerah yang dikunjungi dalam rangka Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Identifikasi Awal Ekosistem Perumahan di Provinsi Sulawesi Utara.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Asisten II Setda Bolsel, Muhamad Ichsan Utiah, mewakili Bupati Bolaang Mongondow Selatan, di Ruang Berkah, Kantor Bupati Bolsel, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 15–18 September 2026 ini melibatkan Kementerian PPN/Bappenas bersama sejumlah kementerian/lembaga terkait, di antaranya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Khusus di Kabupaten Bolsel, rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 16–17 September 2026, dengan agenda pembahasan bersama pemerintah daerah, kunjungan lapangan, serta peninjauan sejumlah program perumahan dan kawasan permukiman yang telah dilaksanakan.
Berdasarkan agenda kunjungan, terdapat tiga lokasi intervensi yang menjadi perhatian tim di Bolsel, yakni kawasan Ex-Bencana Gunung Ruang, kawasan kumuh Matandoi Selatan melalui DAK T-PPKT Tahun Anggaran 2025, serta kawasan Bolaang Uki Pesisir I melalui kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh Tahun Anggaran 2026.
Dalam kunjungan tersebut, tim bersama Pemerintah Kabupaten Bolsel melakukan pembahasan terkait identifikasi awal ekosistem perumahan dan kawasan permukiman, termasuk penanganan Rumah Khusus bagi masyarakat terdampak bencana Gunung Ruang serta perkembangan program peremajaan dan penanganan kawasan permukiman kumuh tahun anggaran 2025 dan 2026.
Agenda lapangan juga mencakup peninjauan kawasan Bolaang Uki Pesisir I untuk melihat secara langsung pelaksanaan peningkatan kualitas dan penanganan kawasan kumuh, termasuk pembangunan sanitasi.
Selanjutnya, tim meninjau hasil pelaksanaan penanganan kawasan kumuh Matandoi Selatan melalui kegiatan DAK PPKT Tahun Anggaran 2025, serta lokasi Rumah Khusus Ex-Bencana Gunung Ruang di Kecamatan Pinolosian Timur.
Monitoring tersebut tidak hanya diarahkan untuk melihat perkembangan fisik program, tetapi juga mengidentifikasi berbagai aspek yang mendukung keberlanjutan program, mulai dari kelembagaan, tata kelola, pembiayaan, hingga pola koordinasi antarpemangku kepentingan dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman.
Dalam kerangka acuan kegiatan, Bappenas menjelaskan bahwa pembangunan ekosistem perumahan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan, pendataan kebutuhan perumahan, penyediaan lahan, tata ruang dan perizinan, pembangunan, hingga pembiayaan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, kunjungan lintas kementerian/lembaga ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan pelaksanaan program perumahan dan kawasan permukiman berjalan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Melalui monitoring dan evaluasi secara langsung di lapangan, berbagai perkembangan, kendala, serta kebutuhan tindak lanjut dapat diidentifikasi dan dibahas bersama.
Hasil monitoring tersebut diharapkan menjadi masukan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan program perumahan dan mendukung pengembangan ekosistem perumahan di Kabupaten Bolsel.
Sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bolsel diharapkan terus diperkuat untuk mendukung terwujudnya kawasan hunian yang layak, aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
(S.S)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.