Telusur.news, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai merealisasikan pembangunan dan perbaikan sistem drainase di sepanjang Daerah Milik Jalan (Damija) Jalan Kartini, Kota Kotamobagu.
Proyek tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan genangan air dan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut saat curah hujan tinggi.
Kepala Dinas PUPR Kota Kotamobagu, Claudy Mokodongan, S.T., mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik proyek drainase Jalan Kartini saat ini sedang berjalan.
Menurut Claudy, pekerjaan tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat yang sebelumnya mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M.
“Dana pekerjaan ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Kotamobagu Tahun Anggaran 2026. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat yang direspons langsung oleh Pak Wali Kota saat turun ke lapangan tahun lalu,” ujar Claudy, Senin (14/9/2026).
Diketahui, pada tahun lalu Wali Kota Weny Gaib bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun langsung meninjau kondisi saluran air di Jalan Kartini, sekaligus mendengarkan aspirasi warga yang terdampak persoalan genangan air.
Hasil peninjauan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui perencanaan perbaikan oleh Dinas PUPR Kota Kotamobagu.
Dalam pelaksanaannya, proyek drainase ini dikerjakan oleh kontraktor CV. Arta Prima dengan nilai kontrak sebesar Rp491.190.797,83.
Pekerjaan tersebut berdasarkan kontrak Nomor 05/KONTRAK/PUPR-KK/PPK/CK/D-KARTINI/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.
Claudy menegaskan, pihak kontraktor wajib menjalankan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak kerja.
Ia juga mengingatkan agar seluruh proses pengerjaan dilaksanakan secara profesional, tepat waktu, dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
“Semua sudah tertera jelas dalam kontrak kerja. Pihak pelaksana wajib bekerja tepat waktu dan tepat mutu. Seperti biasa, pada akhir tahun anggaran akan dilakukan pemeriksaan ketat, baik dari sisi administrasi keuangan maupun kondisi fisik di lapangan,” tegasnya.
Pemkot Kotamobagu berharap pembangunan dan perbaikan drainase tersebut dapat memberikan solusi terhadap persoalan genangan air di Jalan Kartini, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.