Status Gunung Api Ibu di Halmahera Masih Level AWAS

Telusur.news, NASIONAL – Hingga kini statu Gunung Api Ibu di kabupaten Halmahera masih dalam kondisi level IV atau Awas.

Atas kondisi status Gunung Api ibu yang masih dalam level Awas ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi kepada masyarakat sekitar.

Karena status Gunung Api Ibu belum berubah yakni level IV atau Awas, PVMBG kemudian mengimbau kepada warga agar mengosongkan area di radius jarak 4 kilometer dari puncak kawah utama.

Meski tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkaniknya, PVMBG menetapkan perluasan sektoral berjarak 7 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Desa Sangaji Nyeku harus dikosongkan karena masuk dalam sektor tertentu di bagian utara mulut kawah aktif.

Saat Tim PVMBG turun di lokasi, untuk melakukan pemantauan aktivitas Gunung Api Ibu, belum ada tanda-tanda aktivitas vulkanik yang berbahaya.

Hanya terlihat hembusan asap berwarna putih dari sisi bukaan kawah bagian utara.

Namun sebagian besar warga sudah dievakuasi di dua titik, yakni di Desa Tongute Ternate Asal dan Gam Ici yang berada di Kecamatan Ibu Tengah.

Dari hasil monitoring yang dilakukan selama kurang lebih 15 menit itu, memang terlihat bahwa desa tersebut lengang dari aktivitas penduduk. Akan tetapi masih ada beberapa warga yang terlihat masih ada di sana.

Warga setempat kemudian mengaku bahwa jika kondisi aman dan pada saat siang hari, biasanya masih ada satu-dua warga yang kembali ke rumah untuk memastikan kondisi rumah aman selama mereka tinggal sementara di pengungsian.

Jika matahari sudah condong ke arah barat atau ada tanda-tanda erupsi yang besar, maka mereka akan segera kembali ke pengungsian untuk istirahat dan menyelamatkan diri.

Mengetahui kondisi situasional tersebut, Deputi 5 BNPB Lilik Kurniawan kemudian memberikan imbauan kepada warga.

Warga diminta untuk tidak terlalu sering kembali ke rumah selama belum ada rekomendasi dari pihak PVMBG dan pemerintah daerah setempat.

Di Pengungsian, seluruh fasilitas dan kebutuhan dasar warga pengungsi pun sudah terpenuhi secara layak.

Termasuk dapur umum, toilet bersih hingga pelayanan kesehatan sudah tersedia.

Sehingga warga dipastikan dapat lebih terjamin selama berada di pengungsian.

Tak hanya itu, selama masyarakat berada di pengungsian, ada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berpatroli untuk memastikan keamanan.

Kemudian BNPB, BPBD dan Babinsa menjadi wujud bahwa pemerintah mulai dari pusat hingga level desa/kelurahan telah bersinergi untuk keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi.***

Sumber: BNPB

Friska

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.