Wabup Deddy Buka FGD II, Bolsel Matangkan Kerja Sama dengan Nakanoto

Telusur.news, BOLSEL – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Deddy Abdul Hamid, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) II Penyusunan Kajian Strategis Pemetaan Potensi Daerah dan Analisis Komplementer Rintisan Kerja Sama Sister City antara Pemerintah Kabupaten Bolsel dan Kota Nakanoto, Prefektur Ishikawa, Jepang, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai II Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Gedung Pemberdayaan, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya, Wabup Deddy Abdul Hamid menegaskan bahwa FGD II memiliki peran strategis dalam mematangkan persiapan rintisan kerja sama Sister City antara Kabupaten Bolsel dan Kota Nakanoto. Menurutnya, kerja sama internasional menjadi salah satu peluang untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus mengoptimalkan potensi unggulan daerah.

Ia menjelaskan, di tengah era globalisasi, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekuatan internal, tetapi juga membutuhkan keterbukaan, kolaborasi, dan kemitraan dengan berbagai pihak di tingkat internasional.

Dalam konteks tersebut, Bolsel memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, hingga sosial budaya.

Wabup berharap rintisan kerja sama ini tidak berhenti pada hubungan formal semata, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program konkret, produktif, dan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mendukung tujuan tersebut, ia meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar menyajikan data yang akurat, konkret, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kajian strategis.

Data tersebut dinilai penting untuk menggambarkan kondisi dan potensi riil daerah, sehingga dapat menjadi landasan dalam menentukan sektor prioritas serta merumuskan program kerja sama yang tepat sasaran.

“Melalui forum ini, saya berharap seluruh peserta, khususnya pimpinan OPD terkait, dapat memberikan masukan berbasis data dan pemikiran konstruktif untuk kemajuan Bolsel ke depan. Kita harus mampu mengidentifikasi potensi daerah secara objektif dan merumuskan langkah-langkah strategis yang realistis agar kerja sama ini benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Deddy juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Gorontalo, khususnya LPPM UMGO beserta tim peneliti, atas dukungan dan kontribusinya dalam pelaksanaan kajian strategis tersebut.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi terus diperkuat, terutama dalam menghasilkan kajian ilmiah yang berkualitas sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan dan pengembangan potensi unggulan Kabupaten Bolsel.

Melalui FGD II ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi serta rekomendasi strategis untuk memetakan potensi daerah dan mengidentifikasi peluang komplementer antara Kabupaten Bolsel dan Kota Nakanoto.

Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan bentuk kerja sama yang saling melengkapi dan menguntungkan, termasuk membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan sektor unggulan, serta peningkatan daya saing daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II UMGO, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bolsel, Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat Pengabdian, Kepala LPPM UMGO, tenaga ahli dan tim peneliti, pimpinan OPD terkait, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

(S.S)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.